Ekacakra

Apa itu Ekacakra?

Wayang Pandawa

Sebenarnya nama ini adalah pemilihan nama random yang sesuai dengan pribadi saya. Maksudnya? Begini. Ibaratkan kita ingin membuka sebuah toko, ataupun pabrik, dan sebagainya, tentu kita mencari nama yang cocok untuk toko ataupun pabrik tadi. Nah, itulah yang terjadi dengan nama Ekacakra ini.

Akan tetapi, nama Ekacakra sendiri memiliki sebuah cerita yang sarat akan hikmah. Cerita tersebut terdapat dalam cerita besar pewayangan yang melegenda, Mahabharata. Bagaimana ceritanya?

Ekacakra adalah sebuah nama desa (di versi lain kerajaan) yang terletak diperbatasan Kerajaan Gilingwesi dan Astinapura. Desa ini menjadi tempat persinggahan Pandhawa lima dan Ibu Kunti setelah keluar dari Goa Kerajaan Sapta Pertala.

Ketika mendatangi desa ini, para Pandhawa dan ibu Kunti tidak melihat tanda-tanda kehidupan. Desa ini bagaikan desa mati yang ditinggalkan oleh para penduduknya. Mengetahui hal ini, Pandhawa mencari tahu apa yang sebenarnya tejadi di Desa Ekacakra ini.

Akhirnya, mereka menemukan seseorang sedang terduduk di depan rumahnya dan menangisi nasibnya. Namanya adalah Begawan Wijrapa. Begawan Wijrapa mendapat giliran untuk menyediakan makanan bagi sang raja bernama Prabu Baka Raja. Prabu Baka Raja ini gemar memakan daging manusia. Setiap hari sang raja meminta daging manusia untuk diserahkan kepadanya untuk dimasak dan dimakan. Hingga penduduk tersebut pergi dan  akhirnya habis.

Mendengar itu, Bima meminta kepada Begawan Wijrapa untuk mengantarkannya sebagai hidangan makanan Prabu Baka. Semula Begawan Wijrapa, menolaknya, namun ketika Bima, melakukan itu karena berniat akan membebaskan penduduk dari kekejaman Prabu Baka, maka Begawan Wijrapa pun sanggup mengantarkannya. Setelah dilumuri bumbu, dibawalah Bima dengan gerobak yang ditarik oleh serakit sapi yang cukup gemuk.

Sesampai di Istana Gilingwesi, Bima dimasukkan dalam baki besar dan disiapkan di meja makan. Sedangkan sapi yang menarik gerobag sudah habis dimakan Prabu Baka.Prabu Baka kemudian menyantap Bima. Bima langsung digigitnya. Bima merasa kesakitan. Bima lalu memukul wajah Prabu Baka berkali kali,Prabu Baka terkejut melihat makanannya mengajak berkelahi. Dalam perkelahian ini Prabu Baka tewas.

Dengan tewasnya Prabu Baka,Penduduk Ekacakra merasa senang, karena sekarang sudah terbebas dari kejahatan Prabu Baka. Ibu Kunti dan Para Pandawa berpamitan dengan warga penduduk desa Ekacakra yang tersisa, untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Astina.

Begitulah kira-kira secuil kisah mengenai Kerajaan Ekacakra. Meskipun pada awalnya Kerajaan ini sepi penduduk, tetapi kemudian Ekacakra menjadi salah satu Kerajaan sekutu Pandawa dalam menghadapi Perang Baratayudha.

Advertisements

2 thoughts on “Ekacakra

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s