Berpikir diluar kotak

Tanpa sengaja batas itu tercipta, hingga akhirnya manusia terjebak

think-outside-the-box

Sebuah permainan kehidupan yang unik, menarik, dan asik. Memerlukan sebuah pemahaman yang didapatkan dari beberapa pengalaman.

Secara sengaja ataupun tidak, manusia telah menciptakan ‘batas-batas’ wajar dalam dirinya sendiri. Tujuanya sih agar ia terlihat sama dengan orang lain. Tidak berbeda, tidak ada kecanggungan, dan ia diterima dari segi sosial.

Seklumit kisah menarik ada di kota kecil di Jawa Timur. Maksud saya Kabupaten. Ada apa di Kabupaten kecil ini? Sebenarnya bukan sesuatu yang wah, ataupun widih, ataupun wow. Hanya saja ketika berbicara pola pikir, disanalah beberapa orang bermasalah.

Ada sebuah pertanyaan menarik waktu saya duduk di kelas 9 di sebuah SMP Negeri. Pertanyaanya adalah : Ada sebuah kontes melemparkan bola basket ke dalam 3 ring yang berbeda jaraknya. Hadiah dari Kontes ini tergantung dari ring yang berhasil kita capai ketika melempar bola. Anggap saja ring terdekat berjarak 3 meter berhadiah 1 Juta, ring berikutnya berjarak 5 meter berhadiah 3 juta, ring terjauh berjarak 7 meter berhadiah 10 juta. Jika kita punya kesempatan sekali saja melempar bola, ring mana yang kita pilih?

Pertanyaan ini tentu menghasilkan jawaban dengan argumentasi hasil pola pikir yang berbeda dan bervariasi. Ketika pertanyaan ini diajukan di kelas saya ketika SMP, ternyata 95 persen menjawab ring pertama atau terdekat. Tentu ini tidak menimbulkan masalah di waktu itu. Tapi merupakan kesalahan besar jika tidak dirubah. Kesalahan apa? Lihat buktinya.

Hasilnya adalah teman-teman saya banyak yang tidak meneruskan kuliah, memilih kerja, bahkan orang rangking satu di kelas saya pun pengangguran. Ini fakta, terjadi real di lapangan, tanpa rekayasa. Menarik, bukan? Pertanyaan sepele waktu SMP ini berindikasi masa depan seumur hidup. Bayangkan!

Kenapa bekerja? Kenapa Pengangguran? Karena pola pikir yang menerapkan batasan wajar dalam dirinya sendiri. Ketika ia tahu bahwa melempar bola hanya sekali, maka lemparan terdekatlah yang memungkinkan ia menang. Ketika ia tahu bahwa hidupnya juga sekali, usaha terkecilah yang ia keluarkan untuk menghasilkan sesuatu. Ia ingin hidup wajar. Wajar dalam artian terbatas, hidup normal, gak perlu susah.

6a00e008d957708834019affc61a30970b

Ketika saya tanya Kenapa tidak kuliah?Jawabanya adalah :

“Halah, van. Nyapo angel-angel kuliah lek iso kerjo, wong kuliahan yo akeh sing pengangguran”
Halah van, kenapa sibuk-sibuk kuliah kalo bisa kerja, Anak kuliahan juga banyak yang pengangguran,red.
“Ora enek duwit van dingge kuliah, Masio enek aku yo gak pati pinter”
Gak punya uang van buat kuliah, Kalau ada pun aku ini gak terlalu pintar,red.
Awakmu enak van, kuliah dibayari, lha wong tuwa ku ora duwe dingge bayari kuliah”
Kamu enak van, kuliah dibayari, kalo orang tuaku gak punya uang buat kuliah,red.

Untuk yang terakhir ini saya jawab. Enak ndasmu!.

Asal tahu saja, orang-orang diatas bukan yang harus kita prihatini, kasihani, perlu dibantu. Salah besar. Mereka ini orang yang sudah merasa di zona nyaman dan tidak mau menambah beban untuk dirinya. Tidak mau mengeluarkan keringat untuk agamanya, orangtuanya, huh apalagi negaranya.

Orang-orang ini yang akan berkata Presiden gak becus ketika BBM naik, yang akan berkata Presiden omdo ketika banjir melanda padahal mereka yang buang sampah sembarangan, yang tukang kritik, tukang nyinyir di setiap masalah. Jangan kaget ketika headline berita seperti ini banyak di negara kita. Karena orang-orang seperti ini adalah mayoritas. Bahkan secara tidak sadar kita sendiripun termasuk.

Ketika intropeksi diri, ada hal yang harus dilakukan manusia, yaitu berpikir diluar kotak. Maksudnya? Berpikir berbeda, berbeda dari orang lain, membuat hal baru yang menghasilkan dan bermanfaat, menjadi pelopor dalam sebuah usaha baik memajukan agama, bangsa, dan negara. Semoga, semoga saja bisa. Wallahu A’lam bish-showab.

Advertisements

One thought on “Berpikir diluar kotak

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s