Pendidikan Moral Layar Kaca (#NgopiMingguMalem-4)

Ngopi Malming 04

Tulisan ini sebenarnya telah saya susun beberapa bulan yang lalu untuk saya kirim di kolom – kolom beberapa media cetak harian. Tahu sendiri kan, kebutuhan mahasiswa yang tidak sesuai dengan uang saku memaksa saya untuk mencari tambahan biaya, termasuk jualan pulsa, menulis, dan lain sebagainya. Tapi, mungkin karena tulisan saya terlalu ringan, agaknya belum pantas untuk masuk koran.

Saya tidak mau mubadzir. Meskipun topik yang diangkat sudah basi dan membusuk, saya usahakan ntuk meremake lagi dan dibuat semakin ringan. Toh, ini blog saya. Very Good, Very Fine, gak mau ikut, kasih saran dong, jangan cari yang lain.

Latar belakang yang lain adalah rumah. Jadi beberapa waktu lalu, ketika saya pulang ke rumah. Dengan terpaksa saya harus menuruti adik saya untuk menonton acara TV yang menurut saya cukup berbahaya.

Sebenarnya alur cerita yang diambil cukup mainstream, mengisahkan seorang pasangan muda – mudi yang di mabuk cinta tanpa restu orang tua (Tidak seperti saya yang di mabuk kendaraan). Dan seklumit alur cerita lain yang sangat standar dan biasa di jagat persinetronan kita.

Berbahayanya adalah, ketika si cowok dengan setia dan sepenuh hati memilih ceweknya ketimbang orang tuanya. Well, Meskipun saya tahu orang tua disitu terkesan jahat dan memang antagonis. Tapi apapun itu, Itu orang tuamu bro.

Televisi adalah media yang sangat populer zaman sekarang. Hampir setiap rumah di Indonesia memiliki TV. Menurut Direktur MNC Group, Pak Hary Tanoe, diantara 250 juta jiwa penduduk Indonesia sebesar 95% adalah pemirsa layar kaca . Dan jumlah ini akan berkembang seiring berkembangnya zaman.

Sayangnya perkembangan ini tidak beriringan dengan perkembangan kualitas acara TV di Indonesia. Beberapa program acara TV hanya mementingkan nilai rating acara tanpa memberikan nilai edukasi  di dalamnya. Parahnya, Acara TV inilah yang justru lebih diminati oleh pemirsa layar kaca.

1314428381660890757

Saking banyak peminatnya, Acara TV ini mengalihkan anak – anak yang seharusnya mengonsumsi nilai moral dari pendidikan formal. Sehingga, semua pelajaran moral yang diberikan di sekolah, hanya sebuah materi pelajaran layaknya pelajaran lainnya.

Hal ini diperparah dengan cara belajar pendidikan moral yang terlalu formal. Seperti yang saya alami dulu, pendidikan moral di sekolah hanya mengajarkan siswa untuk bisa memilih mana perbuatan terpuji dan tercela. Dan tentu semua siswa mengerti ini.

Siapa yang tidak tahu mencuri itu perbuatan tercela? Siapa yang tidak tahu membantu guru itu terpuji? Siapa pula yang tidak tahu menolong orang jatuh itu perbuatan terpuji. Semua siswa saya rasa tahu jawabannya, karena itu jelas dan lingkungan juga mengajarkan seperti itu.

Tapi ketika sampai di depan TV, Siapa yang tahu apa yang anak – anak tonton? Apa mereka diajari kalau Smack Down itu perbuatan tercela? Apa mereka diajari pacaran itu perbuatan tercela? Apa mereka diajari membantah orang tua itu tercela? Bahkan, apa mereka diajari kalau menghina orang lain agar semua orang tertawa itu perbuatan tercela?

Let’s be Smart.

Moral bukan sesuatu yang bisa diremehkan begitu saja layaknya materi pelajaran untuk ujian. Moral bukan matematika yang merupakan ilmu pasti dan cuma punya satu jawaban. Moral bukan sekedar hafalan layaknya hukum fisika.

Solusi termudah sebenarnya cukup mudah tapi susah. Simple, cukup hentikan acara – acara yang tidak bermoral itu. Tapi ya susah karena itu berkenaan dengan rating sebuah stasiun TV besar yang punya peran besar dalam pembangunan ekonomi negara.

Apalah daya penonton hanyalah penonton, pemirsa adalah pemirsa, mau dikomentari sejuta haters pun nggak bakalan bangkrut mereka. Malahan mereka bisa saja dengan entengnya menjawab

“Nggak suka? Cari Channel TV lain” (Ini Sindiran)

Advertisements

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s