Akhwat Pemburu Eksistensi (#NgopiMingguMalem-5)

Mari keluar dari berbagai topik yang ada, Karena tulisan saya tiap minggu ini hanya mengulas fakta yang terjadi di sekitar kita. Maka saya mengambil judul pedas nan nylekit berjudul Akhwat Pemburu Eksistensi layaknya Pejabat Pemburu Rente.

Salah-Kaprah-tentang-Foto-Akhwat-di-Medsos-720x399

Sebagai salah satu pengguna sosial, seringkali saya lihat para akhwat yang fotonya menyebar dengan frekuensi tinggi di tiap beranda para ikhwan. Entah kenapa, mereka berusaha mengejar eksistensi dan ingin cepat terkenal layaknya mbak – mbak cantik penjaga alfamart yang booming kemarin.

Nah foto – foto inilah yang menyebabkan banyak ikhwan di lingkungan saya yang hilang kesadarannya, jatuh imannya, tergila – gila jadinya sampai – sampai makan tak kenyang, tidur pun tak nyenyak. (Sebenarnya ini faktor fasilitas, :D)

Untungnya tidak banyak yang seperti ini, tapi di lingkungan yang damai dan islami penuh suasana hikmah, seharusnya hal ini bisa mencapai angka nol untuk yang terlihat. Karena jika tidak terlihat atau out of record, tentu masih ada.

Mahasiswa jangan disalahkan, toh mahasiswa juga layaknya pria normal biasa yang jatuh imannya cuma gara – gara foto dedek – dedek gemes dengan bedak setebel oxford. Mahasiswa jangan disalahkan, karena saya berbicara sebagai mahasiswa yang juga layaknya pria normal (Hehehe). Lagi – lagi jangan disalahkan.

Salahkan akhwat-akhwat, putri – putri, wanita – wanita itu yang dengan murah dan beserta obral – obralnya mengumbar foto di berbagai media sosial layaknya iklan – iklan toko e-commerce yang ada dimana – mana. Jangankan pemuda biasa yang tidak mendalami agama. Bahkan sekelas lulusan pesantren yang alim dan sholeh  pun jatuh dibuatnya (Mungkin tergantung make-upnya, Semakin tebal make-up, semakin runtuh iman seseorang, :D)

Indahnya-Menjaga-Pandangan

Itulah kenapa dalam Islam, wanita disuruh menutup aurat, sedangkan pria disuruh menjaga pandangan. Agar masing – masing dari kita menjaga dan mempertahankan iman masing – masing.

Menutup aurat pun tidak sekedar menutup. Ditutup tapi ketat yo sama aja, Ditutup tapi tembus pandang juga sama saja, Ditutup tapi diumbar, disebar, dan diviralkan juga apalagi. Tutuplah yang kaffah. Termasuk pula di MedSos.

Dan sebagai orang yang mempunyai ilmu agama. Saya merasa kebagian kewajiban untuk menasehati akhwat – akhwat ini, maka dengan senang hati saya berikan nasehat dengan baik dan bagus. “Ukhti, tolong fotonya disimpan di dompet jangan disebar di media sosial”

Nasehat ini pun langsung dibalas dengan jawaban culasnya,
Sok Alim! Jomblo! Caper!

1300907347004
memang sampeyan udah sempurna?
Udah sholat tepat waktu?
Udah tilawah berapa juz?
Udah minum sambil duduk?
Udah makan pakai tangan kanan? (Yang ini lebay)
Udah cebok pakai tangan kiri? (Ini juga lebay)

Please, Memang yang menasehati juga belum sempurna. Lihat perkataanya dong, bukan perbuatannya. Kalo menunggu sempurna dulu baru berdakwah, bisa – bisa nggak ada di seluruh dunia ini yang namannya dakwah.

Maka kalau mau membantah nasehat, jangan pakai kata – kata “memang sampeyan sudah sempurna” karena itu bisa mudahnya dijawab. Kalau para akhwat ingin mendebat nasehat baik seperti ini,
Gunakan kata – kata:
SUKA SUKA GUE, DONG!
Dijamin langsung diem. Dan anda pun langsung eksis layaknya Hesti Sundari. Wkwkwkw.

NB : TIDAK Semua Akhwat seperti yang saya gambarkan diatas.
Tapi rata-rata dan frekuensi tergantung dari Populasi Sampel yang diambil.

Advertisements

3 thoughts on “Akhwat Pemburu Eksistensi (#NgopiMingguMalem-5)

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s