Sekedar Kisah Tentang Ibu

Selamat Hari Ibu, itulah yang memenuhi beranda Facebook saat ini. Walaupun saya yakin, 90% ibu mereka tidak punya akun Facebook. Tapi, mengucapkannya saya rasa sudah menandakan kesyukuran bahwa mereka masih mencintai ibunya. Toh, Nggak ada yang nglarang kan?

ucapan selamat hari ibu

Saya hanya ingin bercerita kisah saya bersama ibu saya. Tidak ingin mengumbar kenestapaan. Hanya saja, Siapa tahu, Setelah membaca ini sampeyan semakin bersyukur bahwa orang tua sampeyan masih ada dan siap kapanpun untuk menerima ucapan terima kasih dari sampeyan.

Inget, Saya tidak mengharap simpati apapun dari sampeyan. Kalau mau, Share aja deh, Biar pengunjungnya banyak. (Promosi…)

Tuban, 2004. – Ketika itu, Saya masih kelas 4 SD. Tinggal di sebuah rumah kontrakkan bersama kedua adik perempuan saya. Bapak bekerja sebagai karyawan listrik di Rumah sakit. Ibuk (Ibu saya) membantu ekonomi keluarga sebagai penjual gorengan. Dan saya sebagai distributor, Ya pokoknya saya yang nganter ke warung – warung ketika sore hari.

Di tahun yang sama, Ibuk divonis terkena penyakit Kanker Payudara. Buat yang belum tahu, Browsing! (Keywordnya kanker ya, Jangan Payudara! Hehehe…). Maka, karena harus melaksanakan pengobatan, Kami sekeluarga pindah ke Surabaya.

Surabaya, 2005 – Saya kelas 5 SD. Ibuk menjalani pengobatan rutin kemoterapi dan menanggung efek sampingnya. Kalau tidak tahu efek samping kemoterapi, Browsing!

Ketika kelas 6 SD, Penyakit ibuk tidak kunjung sembuh, Sehingga ibuk harus menjalani pengangkatan payudara. Alhamdulillah, Ibuk kembali sehat walaupun ada kekurangan. Sebagai hadiahnya, Saya memberikan prestasi dengan Juara 2 Try Out se-Surabaya Barat. Dan Juara 1 Niai terbaik Se- Sekolah. Mungkin itu hadiah terakhir yang bisa membahagiakan ibuk, Karena perbuatan saya selanjutnya harus saya sesali.

Surabaya, 2007 – Tahun berikutnya, Saya ada di SMP Favorit di Surabaya Barat.  Bapak dan Sekeluarga pindah ke Trenggalek. Saya numpang di rumah budhe di Surabaya bersama kedua putrinya yang sudah bekerja. Dengan berpisah dari orang tua. Saya mempunyai banyak masalah.

Entah kenapa, Saya menjadi susah diatur. Sepulang sekolah saya tidak langsung pulang, Malah main PS sampai sore. Sampai rumah jam 4 sore. Makin lama, saya semakin telat pulang. Hingga pernah saya tidak pulang seharian, malah menginap di rumah teman saya. Jujur saja, saya tag-aja orangnya nih. Gak papa kan, Nu?

Hingga saya dapat kabar bahwa Ibuk belum sembuh sepenuhnya. Kankernya merambat ke otak. Dan akhirnya ibuk dipindahkan ke Ponorogo. Tempat kelahiran beliau. Disamping berobat, Agar Ibuk juga semakin dekat dengan keluarga ibuk di Ponorogo.

Surabaya, 2008 – Awal SMP Kelas 2. Ternyata, kenakalan saya tak kunjung sembuh. Walaupun tidak mempengaruhi nilai akademik, tapi saya mendapat citra buruk waktu itu. Suka keluar malam, PS-an, Main game dan lain sebagainya (It’s Classified).

Hingga suatu siang, waktu itu saya sedang di rumah. Ada telepon dari Ponorogo untuk saya. Ibuk meninggal. Dan akan dimakamkan di Ponorogo. Maka pada hari itu pula, Saya diantar budhe sekeluarga ke Ponorogo.

Ya Begitulah. Saya belum berubah menjadi baik, Ibuk sudah pergi. Kehilangan orang dikala mengecewakannya sungguh nyesek and nyesel. Ibarat saya ini cuma kelihatan jeleknya saja, setelah itu ya… Nggak kelihatan. Karena itu saya masuk Gontor.

Memperbaiki diri mumpung masih sempat, Bahagiakan orang tua mumpung masih ada, syukuri semuanya mumpung masih diberi.

Kumpulan-Puisi-Pantun-Untuk-Ibu-Tercinta-di-Hari-Ibu-640x428

Daripada sampeyan update status “Selamat Hari Ibu” padahal ibu sampeyan nggak punya Facebook kan nggak lucu. Padahal masih banyak lho yang bisa sampeyan lakukan untuk membahagiakan ibu sampeyan selain sekedar mengucapkan “Selamat Hari Ibu” yang cuma setahun sekali.

Advertisements

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s