Antara Keadilan Hidup dan Keadilan Tuhan

Seorang kawan, menceritakan keluh kesahnya menjalani kehidupan di luar pondok setelah lulus. Merasakan kerasnya hidup di luar mulai dari cobaan dan tantangannya. “Hidup itu tidak adil ya? Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin” katanya. Menyinggung – nyinggung pula tentang kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat.

bagian-hukum-slide.jpg

Kemudian saya menyadari satu hal, ketika orang sedang berkeluh kesah, semua hal bisa dibuat pelampiasan keluhan dengan caranya sendiri, termasuk hidup itu sendiri. Hidup tidak adil katanya. Entah kenapa kata – kata ini sangat menarik.

Ketika dia berkata hidup tidak adil, sejenak melihat kembali hidup saya yang juga tidak mujur – mujur amat. Bahkan cenderung bikin sesak dada daripada lapang dada, menyedihkan. Tapi banyak pelajaran yang bisa diambil dari hidup yang tidak mujur.

Banyak orang yang tidak beruntung dan menganggap hidup itu tidak adil. Coba tengok di perempatan jalan sana, ketika ada pengemis ataupun pengamen, kira – kira apa mereka mengatakan hidup ini adil? Coba lihat orang  orang penyandang difabilitas sejak lahir, apa mereka akan mengatakan hidup ini adil? Bahkan, tanya pada Bruce Wayne, atau Peter Parker sana, ketika orang yang mereka cintai hilang apa mereka mengatakan hidup ini tidak adil? (Yang terkhir lebay)

Lucu lagi ketika pelampiasan tidak adil ini menjadi lebih jauh, lebih liar dan lebih brutal. Setelah menyalahkan hidup, kali ini tuhan yang disalahkan. Tuhan tidak adil katanya. Tuhan tidak memberi manusia kehidupan yang sama rata dan sama rasa. Tuhan tidak memberi rezeki yang sama juga kepada setiap manusia.

Tapi sebelum membahas lebih jauh, saya kemudian membayangkan bagaimana jadinya jika Tuhan menyamakan semua hal dalam hidup manusia. Semua manusia sama, tidak ada perbedaan ras. tidak ada perbedaan pendapat, tidak ada perbedaan golongan, tidak ada benar atau salah.

si-kaya-dan-si-miskin

Tentu saja nggak asyik. Tidak ada masalah, hidup menjadi datar. Maka Mbak Agnez Mo juga nggak bisa lagi beriklan ‘Life is never flat‘ buat Chitato. Padahal itulah asyiknya konsep keadilan Tuhan yang diberikan kepada hidup.

Mengenai hidup tidak adil tadi, setiap orang punya ketidakadilan hidup versi dirinya sendiri. Maka itulah keadilan. Semuanya mendapat bagian untuk menjalani hidup yang tidak adil tadi.

Lalu mengenai Tuhan yang tidak adil, ini menjadi lebih runyam. Jika sudah menyalahkan Tuhan, maka cabang – cabang turunanya pun harus dibredeli satu – satu. Tapi ada yang lebih mudah, pertanyaan balasan yang kira – kira justru membuat sampeyan keblinger dan juga pusing (Saya juga lho). Jika bisa diresapi monggo, kalau tidak ya nanya di komentar.
(Maklum 1 Bulan Notif sepi)

Buat yang berkata Tuhan tidak adil :

Bagaimana bisa sampeyan bilang Tuhan tidak adil sedangkan logika adil yang kita tahu ini saja berasal dari Tuhan?

Wallahu A’lam bisshowab.

Advertisements

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s