Matematika Tetap Yang Paling Sulit (Pengalaman SBMPTN 2016-1)

Salah satu yang membuat saya berpaling dan memilih untuk mengulang perkuliahan saya adalah timbulnya berbagai gejala yang menyudutkan lembaga pendidikan. Dua berita ironis mengenai pendidikan muncul akhir-akhir ini. Seorang guru diprotes oleh murid karena memotong rambut muridnya, dan yang satunya adalah seorang murid di Lamongan membakar rapot 21 teman-temannya, terakhir guru disidang karena mencubit. Sungguh terlaluh…

13342860_1186966404681400_5001387272360950510_n

Gejala – gejala ini yang timbul akibat kurangnya perhatian masyarakat akan pentingnya pendidikan, bukan hanya di sekolah tapi juga dalam rumah. Beberapa orang tua menganggap sekolah sebagai lembaga pendidikan yang cukup memberikan apa yang dibutuhkan anak, padahal tidak. Peran orang tua harus tetap ada dalam membantu mendidik anak.

Sekilas itulah komentar saya mengenai berita tersebut, tapi kali ini saya hanya bercerita mengenai pengalaman mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau disingkat SBMPTN.

Perlu diketahui, SBMPTN tahun ini bisa diikuti oleh angkatan 2 tahun kebelakang terhitung SBMPTN tahun 2016. Artinya tidak hanya angkatan 2016 yang bisa ikut, angkatan 2015 dan 2014 masih bisa ikut serta. Berhubung saya ini angkatan 2014, maka ini kesempatan pertama dan terakhir saya.

Satu prgoram studi dan dua universitas saya pilih, Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Negeri Surabaya. Saya memilih tempat ujian di Surabaya, yang kebetulan ada saudara saya. Buat yang belum pernah SBMPTN, pastikan kota tempat SBMPTN yang anda pilih mudah dijangkau dan kalau bisa datang 1 hari sebelumnya. Karena ketika hari H kemarin, beberapa kawan di ruangan saya terlambat gara-gara belum tahu ruangan.

Sebenarnya jauh-jauh hari sudah saya persiapkan diri untuk mengikuti ujian. Belajar ekonomi, sosiologi, sejarah, geografi, ditambah bahasa indonesia, sedikit bahasa inggris, dan ¼ sendok teh matematika, Hehehe…. Persiapan fisik pun juga mulai dari pensil, penghapus, peraut dsb. Total persiapan saya mengikuti ujian adalah 80%.

IMG_20160531_175822

31 Mei 2016. Saya sampai dilokasi ujian jam 08.30, padahal ujian saya jam 09.45. Masih punya sedikit waktu untuk mengulang pelajaran, dan punya buanyak sekali waktu untuk berdoa. Dan tepat pukul 09.30, pengawas membacakan peraturan.

Pukul 09.45, ujian TKPA dimulai, saya dapat kode soal 352 (ada yang sama?) Tips buat yang belum pernah ujian TKPA kerjakan soal yang paling mudah dulu. Kalau ada soal menjengkelkan dan buang-buang waktu tinggalin aja! Gara-gara kesalahan ini, lebih setengah soal sub-materi matematika yang ada tidak sempat saya jawab alias kosong.

Kertas jawaban diambil oleh pengawas, dan saya pun hanya menatap kosong lembar jawaban yang pergi begitu saja. Entah mau meratap kemana. Waktu istirahat saya sempatkan sholat di Mushola FBS UNESA.

Dan disini anehnya, entah kenapa mushola ini penuh, tapi tidak ada satupun yang berjamaah. Mushola ini penuh gara-gara semuanya sholat sendiri-sendiri. Inisiatif Ma’hadi saya muncul, mengajak salah seorang mahasiswa untuk memulai jama’ah. Dan selanjutnya, semuanya ikut berjama’ah.

Sisa waktu istirahat. saya pergunakan untuk membaca soal online, sambil berjalan mencari toilet. Berhubung toilet mushola penuh, maka saya cari toilet lain di sekitar gedung. Toilet pertama lantai 1, kotor dan WC penuh harta karun. Toilet kedua lantai 2, “Hanya untuk dosen dan karyawan”. Toilet ketiga lantai 3, antri. Padahal waktu tinggal 5 menit lagi. Kesimpulannya adalah, hampir tidak ada bedanya toilet di SD, SMP, maupun Universitas.

Maka, daripada saya harus keluar ditengah ujian, saya relakan terlambat masuk kelas. Terlambat 3 menit, soal belum dibagikan, tapi lembar jawaban sudah. Kali ini TKD SOSHUM. Soal 60 butir, waktu 90 menit. Sangat cukup dan bisa santai. Tips buat SOSHUM, kerjakan yang kalian yakin benar. Karena penilainnya cukup ketat, benar +4, tidak diisi 0 dan salah -2. Daripada banyak yang salah, mending banyak yang kosong, itu menurut saya.

-Bersambung-

 

Advertisements

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s