OSPEK dan Cerita Klasik

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau lebih sering dikenal dengan OSPEK merupakan agenda awal mahasiswa/i baru di kampus. OSPEK memiliki banyak jenis, banyak ragam, banyak cerita tergantung kampusnya, well… tergantung juga panitianya.

1407981148610231161

Terkadang OSPEK di beberapa tempat menyimpan cerita seram, ditambahi bumbu-bumbu iseng ketika diceritakan kepada CAMABA maupun MABA. Yang semakin lama didengar, semakin membosankan. Toh, mau seram ataupun tidak juga akan merasakan.

Pengalaman sebagai peserta OSPEK 2 tahun lalu membuat saya mengerti betapa tidak pentingnya sebagian unsur OSPEK, beberapa malah semakin jauh dari unsur pendidikan. Daripada mendidik mahasiswa lebih terlihat mendidik bebek. Digiring kesana, digiring kemari, lari kesana, lari kesini. Buang waktu, buang tenaga, waktu sesi materi tidur, waktu tidur malah bangun.

Maka tahun berikutnya, Alhamdulillah sebagian besar panitia mengerti makna OSPEK. Tidak mentradisikan budaya lama, menggantinya dengan budaya modern yang lebih baik dan efektif mendidik MABA. Hemat waktu, efisien, dan tidak main-main.

ospek

Kekejaman OSPEK, kekerasan OSPEK, dan bumbu-bumbu seram OSPEK adalah cerita klasik. Cerita klasik yang tidak layak lagi didengarkan di era modern sekarang ini. Lebih tepatnya, cerita basi. Kekerasan tidak membantu mendidik MABA, Bermain-main dengan pom-pom dan caping tidak membantu mengenalkan kampus sama sekali, teriak-teriak, marah-marah, push-up dan sebagainya hanya membuang waktu dan tenaga untuk hal yang tidak perlu.

OSPEK dengan sangat jelas adalah ORIENTASI STUDI DAN PENGENALAN KAMPUS, apa yang akan dirasakan MABA selama di kampus dijelaskan dan diterangkan selama OSPEK. Apa itu SKS, apa itu Gerakan Mahasiswa, apa itu UKM dan lain sebagainya.

Bukan malah memberi klu aneh untuk membawa barang aneh yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kampus. Aneh kan?

Maka sudah saatnya mengerti apa itu OSPEK dan makna di dalamnya. Mahasiswa seperti apa yang ingin diciptakan kampus dan bagaimana mencetaknya. Yang berprestasikah atau yang manutan? Yang disiplinkah atau yang penakut? Yang rajin kuliah karena menuntut ilmu atau yang rajin kuliah karena dituntut nilai?

Oleh-oleh untuk peserta dan panitia OSPEK, sedikit petunjuk tentang apa yang seharusnya ada di dalam OSPEK, yang akan membantu mahasiswa/i mengenal kampus dan mengerti kampusnya. Pertanyaan yang sudah ada sejak lama, dan hanya dipakai di tempat pendidikan terbaik di dunia.

Mahasiswa/Mahasiswi sekalian, ke kampus,
Apa yang sebenarnya kau cari?

Advertisements

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s