Berantas Plagiarisme, Belajar dari Ahlinya

no_plagiarism

Budaya mencontek atau plagiarisme sudah mendarah daging di kalangan pendidikan. Bahkan sudah menjadi momok utama dalam lingkungan/institusi pendidikan. Saya sendiri kurang tahu bagaimana data yang ada, toh seumpama dilakukan survey penelitian “berapa jumlah siswa/peserta didik yang mencontek” pasti nggak bakal ngaku.
Jadi ingat ketika SMP dulu, guru saya bahasa inggris mengharuskan siswanya “saling tolong-menolong” demi mengejar tingkat kelulusan yang tinggi. Tapi entah bagaimana, maklum sebagaimana manusia biasa waktu itu saya hanya bisa “menolong” teman, belum kritis juga belum berani melawan guru.

Lulus SMP, saya datang di lembaga pendidikan yang 100% anti plagiarisme. Walaupun banyak lembaga lain yang juga anti-plagiarisme tapi lembaga ini tegas dan keras jika membahas contek-mencontek. Seberapapun kecilnya contekan, seberapa sedikitpun usahanya, apapun bentuknya jika itu adalah upaya mencontek akan langsung di-“usir”.

55296acd6ea83494238b4567
Pemberantasan palgiarisme di lembaga ini tidak hanya dalam bentuk kebijakan ataupun peraturan. Tetapi juga diiringi motivasi dan sosialisasi. Poster-poster baliho yang ditempelkan bukanlah tulisan “Jangan Mencontek” atau “Hapuskan Plagiarisme” dan lain sebagainya. Tapi berupa motivasi yang memacu siswa/santri untuk menghargai usaha kerasnya sendiri.

Tidak hanya itu, hampir setiap ustadz ataupun guru selalu memahamkan konsep ilmu yang seharusnya. Dan juga memotivasi santrinya untuk belajar sungguh-sungguh. Sehingga santri tahu dan sadar apa dampak dari mencontek serta “dosa” akhiratnya.

Dan yang terakhir, santri disadarkan apa itu tawakkal. Usaha manusia bukanlah penentu hasil akhir. Hanya Allah SWT yang berkehendak menentukan hasil usaha manusia. Oleh karena itu, santri/siswa tahu betul jika mencontek dan mengharapkan hasil yang baik sama saja dengan ingin masuk surga tapi berbuat maksiat setiap hari.

Kesimpulannya, untuk memberantas plagiarisme atau budaya mencontek tidak hanya dengan poster, baliho, sosialisasi sementara yang hasilnya belum maksimal. Jika mau belajar dari ahlinya, memberantas plagiarisme dengan memahamkan konsep ilmu, kebijakan tegas, motivasi, tawakkal yang nilai-nilainya tertanam di diri peserta didik.

Mungkin kata-kata yang selalu dipakai blog Fathanah ini cocok untuk menegaskan konsep ilmu,

“Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak diturunkan kepada mereka yang berbuat maksiat”

Advertisements

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s