Tanya Mahasiswa! Beli Buku atau Baju Baru.


Ini kata-kata klasik, tapi lumayan mengena. “Kalau mahasiswa bajunya lebih banyak daripada bukunya, itu bukan mahasiswa tulen tapi artis.”. Walaupun saya tidak tahu siapa yang mengatakan ini, paling tidak, saya setuju. Alhamdulillahnya saya adalah mahasiswa tulen.

Memang kalau dibandingkan kutu buku lainnya saya bukan apa-apa. Koleksi saya tidak banyak, juga tidak terkenal-terkenal. Kecuali Novel, paling tidak saya masih bangga dengan koleksi novel saya. Katakanlah Tere Liye, Habiburrahman el-Shirazy, dan penulis baru lainnya.

Tapi kalau ditanya buku Pemikiran, Filsafat, Islam, saya masih jauh dari kata lengkap. Tanyakanlah bukunya Kuntowijoyo, Jujun S. Suriasumantri, atau kelas Internasional seperti Naquib al-Attas, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Bernand Russel, dsb. Atau kitab-kitab turots dari Imam al-Ghazali, Imam Syafi’i, dsb. Tak punya saya.

WhatsApp Image 2017-06-07 at 22.10.03

Keinginan untuk membeli buku terlalu tinggi dibandingkan dengan dompet yang terlalu tipis. Bahkan saat ini pun ada buku yang memang sangat saya incar berkaitan dengan program studi saya, tebalnya hampir setebal Munjid, harganya pun sama sekitar 250.000-an. Tapi sayang, tunggu THR lebaran turun dulu.

Sangat menyayangkan sikap mahasiswa – mahasiswi yang kurang berminat untuk membeli buku. Saya katakan membeli buku, karena saya husnudhonn sebenarnya mereka rajin membaca. Lha wong kalau sebelum ujian saja membacanya lebih rajin daripada saya. Tapi kalau tiap bulan yang pasti baru kalau nggak baju, jaket, ya kosmetik. Sampai ada salesnya lho di kelas saya.

Harganya pun nggak maen-maen. Jangan kira jaket mereka seperti jaket-jaket gembel itu, saya taksir harganya sekitar 200 sampai 300 ribuan lah. Begitu pula parfum, mahasiswi ini jangan dikira parfumnya sepuluh ribuan kayak yang di masjid-masjid itu. Parfumnya bermerk dan jarak 2 kilo baunya udah kecium (ini hiperbola). Harganya pun pernah saya lihat di brosurnya sekitar 300 an juga.

Tapi mbok pliss, wong kita ini mahasiswa. Kok yang sering dibeli malah baju, sepatu, jaket, parfum, kosmetik dan lain sebagainya. Lha ini yang duduk di kelas sama saya setiap hari mahasiswa atau artis semua ya.

Padahal yang saya harap masuk ke Negeri bisa bertukar ilmu, pendapat dan pikiran lebih luas. Bolehlah bertukar buku barang 3 hari atau seminggu berbagi pengetahuan. Toh itu jauh lebih bermanfaat bukan. Karena nyatanya tidak mungkin pula saya bertukar baju saya yang kuno ini dengan baju mas-mas yang kece-kece dan modern itu toh.

Advertisements

Balas

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s