About Evan S. Parusa

Designer, Journalist, Writer E-mail : evansp005@gmail.com

Sebaik-baik Teman Duduk

خير جليس في الزمان كتاب

Perkataan ini sekedar pepatah arab, bukan ayat al-Qur’an, bukan pula hadits SAW. Saya juga tidak tahu siapa pengarangnya, hanya saja dipajang dan dipesankan berulang kali disetiap akan memasuki ujian di Gontor. “Sebaik-baiknya teman duduk sepanjang masa adalah buku” itu artinya. Continue reading

Advertisements

Semesta Cinta

534d7dd7380ab16c405e92bd8c446bd3

Izinkan saya berbicara tentang cinta, karena saya hanyalah makhluq yang ingin mencintai Khaliq-nya. Izinkan lagi saya berbicara cinta, karena tanpa cinta ibadah serasa tak sempurna. Izinkan untuk terakhir kalinya saya berbicara cinta, karena fakta tentang cinta sudah tak sesuai dengan kehendak-Nya.

Suatu ketika, di tengah pergantian jam perkuliahan, ketika sedang asyik membaca buku sekilas saya mendegarkan gosip-gosip mahasiswi tentang cowoknya masing-masing. Entah perihal apa, yang jelas hanya berkutat idealisme mereka tentang cowok dan realita yang mereka hadapi. Lalu seorang kawan cowok disebelah saya pun menanggapi, “Hush, jangan ngomongin pacar, entar mas evan kesinggung”. Sontak mahasiswi pun kaget, satu diantaranya nyeletuk, “Gakpapa, mas evan kan nggak paham.” (Saya sekitar 2 tahun lebih tua dibandingkan teman sekelas, maka sebagian besar memanggil saya dengan awalan mas). Saya hanya senyum menanggapi pernyataan tersebut.

Padahal timing-nya pas sekali, buku yang sedang saya baca adalah bukunya Mahmud Mahmud al-Ghurab yang berjudul al-Hubb wa al-Mahabbah al-Ilahiyyah yang sudah ditransletasikan ke Bahasa Indonesia menjadi Semesta Cinta Ibn Arabi. Seharusnya saya membalas dan berbual bagaimana hakikat cinta yang sebenarnya, tapi kenapa sibuk membahas fanatisme cinta kepada manusia jika hakikat cinta yang dituju hanya kepada Tuhan.

Saya tak hendak bersufi, tak hendak pula sok suci. Saya tetap lelaki normal yang mengharapkan sosok yang saling mencintai. Dan bukan cinta yang berasal dari nafsu duniawi, bukan pula cinta yang tertutup nafsu birahi. Tetapi cinta yang dilandaskan kepada ilahi.

Cinta anak muda adalah cinta yang sangat rentan. Pacaran adalah manifestasi dari cinta yang tak terarah. Dimana cinta berkurang nilai etika, estetika maupun logikanya. Entah bagaimana merubahnya, mungkin Allah SWT memang berkehendak demikian agar sebagian orang menyadari betapa nikmatnya berada di tengah-tengah cinta-Nya.

Mungkin demikian, ternyata saya sendiri tidak bisa berbicara banyak soal cinta. Bahkan mungkin mereka benar, saya tak paham sedikitpun soal cinta. Dan memang disebutkan dalam Semesta Cinta bahwa cinta memang tak terdefinisikan.

Allah SWT laksana pelita, dan cinta kepada-Nya bagaikan cermin. Semakin bersih cermin tersebut, semakin sempurna pula sifat-Nya dalam diri kita.

Ilmu Iman dan Amal

dengan-ilmu

Ilmu, iman dan amal adalah tiga hal yang selalu terkait dan saling memberikan dampak positif maupun dampak negatif. Ilmu yang benar lagi bermanfaat dapat mengantarkan manusia ke jalan Allah SWT. Sebaliknya, ilmu yang tidak bermanfaat, yang dituntut untuk mencapai kepuasan dunia hanya akan menambah pengingkaran dan keraguan. Maka benarlah perkataan :

مَنِ ازْدَادَ عِلْمًا وَ لَمْ يَزْدَدْ هُوْدًى لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْدًا

Barangsiapa bertambah ilmunya, tapi tidak bertambah petunjuk Allah SWT kepadanya maka tidak bertambah pula kecuali kejauhannya kepada Allah SWT. Continue reading

Cogito Ergo Sum?

“Cogito Ergo Sum” Aku berpikir maka aku ada (Rene Descartes)

cogito_ergo_sum_by_kurozael-d4et04m

Bagi beberapa manusia yang bertuhan (mengaku hamba Tuhan) kata-kata ini bisa dibilang kasar dan menyesatkan. Jika meminjam perkataan teman saya (Hisyam Athaya), kata-kata ini meniadakan dzat Tuhan dalam konteksnya. Kurang lebih seperti iklan air minum yang mengatakan “dengan kebaikan alam, bla..bla..bla..”, padahal air mineral’kan dari kebaikan Tuhan. Bukan begitu? Continue reading

Menulislah!

dinasti abassyiah

“Jika kamu bukan anak raja atau anak seorang ulama, maka menulislah!”, begitu kata-kata yang saya dengar dari Mas Yonathan. Seolah tersihir, terhipnotis, atau juga termotivasi, cita-cita lama yang sempat padam sekam seolah ditiupkan oksigen kembali. Kembali terbakar keinginan untuk menciptakan suatu tulisan yang hidup dan menghidupi. Continue reading